• header 2.jpg
  • header 3 .jpg
  • header 4.jpg
  • header5.jpg
  • header 7.jpg
  • header 8.jpg
  • header 9.jpg

Sosialisasi Sekolah Ramah Anak 2018

SMA Plus Negeri 17 Palembang menyelenggarakan Sosialisasi  Sekolah Ramah Anak (SRA) di Gedung Aula Taufik Ismail pagi ini, Kamis (31/05). Sosialisasi diikuti oleh seluruh guru, pegawai dan karyawan  di lingkungan SMA Plus Negeri 17 Palembang dan nara sumber Ibu Dra. Poniyem, M.Pd dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Selatan. Lihat Foto

 

Sasaran kegiatan hari ini adalah guru, pegawai dan karyawan karyawati SMA Plus Negeri 17 Palembang setelah dua hari yang lalu diadakan kegiatan yang sama untuk peserta didik. Sosialisasi ini guna mendukung dan memantapkan secara total pola perilaku anak dalam hal ini pesera didik sehingga merasakan kebahagiaan dan ketenangan dalam menuntut ilmu pada satuan pendidikan.

Diharapkan satuan pendidikan/sekolah mampu menjamin dan memenuhi, menghargai hak-hak anak serta perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya. Disamping itu, dapat memberikan dukungan terhadap partisipasi anak dalam perencanaan kebijakan, pembelajaran, dan mekanisme pengaduan.

Sekolah Ramah Anak  adalah sekolah yang secara sadar berupaya menjamin dan memenuhi hak-hak anak dalam setiap aspek kehidupan secara terencana dan bertanggung jawab. Prinsip utama adalah non diskriminasi kepentingan, hak hidup serta penghargaan terhadap anak.

Bahwa anak mempunyai hak untuk dapat hidup tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Disebutkan di atas salah satunya adalah berpartisipasi yang dijabarkan sebagai hak untuk berpendapat dan didengarkan suaranya. Sekolah Ramah Anak adalah sekolah yang terbuka melibatkan anak untuk berpartisipasi dalam segala kegiatan, kehidupan sosial, serta mendorong tumbuh kembang dan kesejahteraan anak.

Dalam usaha mewujudkan Sekolah Ramah Anak perlu didukung oleh berbagai pihak antara lain keluarga dan masyarakat termasuk warga sekolah yang sebenarnya merupakan pusat pendidikan terdekat anak. Lingkungan sekolah yang mendukung, melindungi memberi rasa aman dan nyaman bagi anak akan sangat membantu proses mencari jati diri.